Bisnis Jilbab: Peluang Usaha Yang Sangat Cerah Berikut Rinciannya

Bisnis jilbab merupakan peluang usaha yang sangat cerah – Membuka suatu usaha harus mempertimbangkan jenis usaha apa yang akan dilakukan dan sasaran konsumennya siapa? Sebagian orang lebih memilih membuka usaha kuliner baik berupa makanan, minuman dan kue-kue, bisnis pakaian ataupun bisnis salon.

Sasaran konsumen biasanya adalah kaum wanita, kenapa?

Karena ternyata segala hal yang berkenaan dengan wanita masih menjadi salah satu peluang pasar yang paling menjanjikan bagi mereka yang ingin mulai berwirausaha hingga saat ini.

Terbukti dari munculnya banyak usaha bisnis pakaian dengan konsep online shop yang sasaran konsumennya adalah kaum wanita sudah sangat menjamur namun tetap digemari.

Salah satu peluang yang nampaknya masih sangat bagus yaitu usaha jualan jilbab dengan sasaran konsumen kaum wanita.

Kaum wanita terutama yang muslim di zaman sekarang sudah banyak yang menggunakan jilbab, ada yang sering disebut khimar, jilbab, dan hijab.

Jika belum memiliki modal usaha untuk memulainya anda bisa mulai dengan bergabung menjadi reseller brand jilbab tertentu dengan cara membeli dan menjualnya langsung atau dengan cara dropship.

Banyak sekali macam atau merk brand jilbab yang mencari reseller. Jadi anda hanya perlu membantu memasarkan brand jilbab mereka di akun media sosial anda, tentu saja anda akan mendapatkan harga khusus.

Baca juga : Omset Puluhan Juta Hanya Dari Shopee Dengan Modal Dropship

 

bisnis jilbab
Image: pexels.com

Jika sudah berhasil mengumpulkan modal usaha untuk memulai usaha jilbab anda, Untuk memulai bisnis anda, anda melakukan beberapa langkah berikut ini :

1. Membeli bahan terbaik untuk jilbab; Usahakan mencari tempat untuk membeli bahan dengan harga yang relatif murah, tanya semua tempat penjualan bahan untuk jilbab, kemudian tentukan harga yang relatif murah, kemudian bangun hubungan kerja sama dengan sang penjual bahan agar anda bisa mendapatkan harga khusus untuk hal ini.

2. Anda perlu meluangkan waktu untuk melihat jilbab yang sedang trend sekarang, kemudian buatlah jilbab dengan motif dan warna yang serasi dan menarik.

3. Anda perlu mencari partner/pegawai untuk membantu dalam menjalankan usaha ini. Tentunya usaha ini tidak dapat dijalankan hanya seorang diri, sehingga anda membutuhkan pegawai untuk membantu usaha anda, ajaklah teman atau saudara perempuan anda untuk membantu usaha anda.

4. Tentukan lokasi pemasaran anda dan cara promosi barang anda, Anda bisa mulai mempromosikan barang anda melalui beberapa cara yaitu :

5. Menggunakan berbagai media sosial seperti video siaran langsung dari facebook, buka lapak di shopee, toped dan sebagainya.

6. Memasarkan langsung kepada calon konsumen seperti keluarga, tetangga atau teman.

7. Memanfaatkan komunitas tempat anda berkumpul seperti tempat pengajian, arisan, dan lainnya.

8. Mendistribusikan produk anda seperti ke toko toko yang menjual pakaian muslim.

9. Menjalin kerja sama dengan relasi atau kenalan anda yang berada di kota atau daerah lain.

10. Mempromosikan produk anda kepada orang yang baru anda temui atau kenal.

Membuat beberapa alat-alat pemasaran seperti katalog atau brosur sehingga akan memudahkan pembeli dalam memilih produk anda.

 

Rincian modal usaha bisnis jilbab





A. Modal awal

1. Peralatan

  • Mesin jahit : Rp 1.000.000
  • Rak atau meja : Rp 500.000
  • Peralatan jahit (hanger, gunting, dll) : Rp 300.000

Jumlah =  Rp 1.800.000 

Peralatan tersebut pasti akan mengalami penyusutan kurang lebih empat tahun serta memiliki nilai residu sebesar Rp. 1.000. Jika memakai metode penyusutan dengan garis lurus.

Biaya Penyusutan = (Rp 1.800.000Rp 1.000) : 4 = Rp 449.750 per tahun atau sama dengan Rp 37.479 per bulan.

 

2. Perlengkapan

  • Bahan-bahan jilbab : Rp 2.000.000
  • Benang dan asesoris lainnya : Rp 100.000
  • Lain-lain : Rp 100.000
  • Kresek : Rp 50.000

Jumlah =  Rp 2.250.000 

 

B. Perhitungan laba dan rugi dalam per bulan

1. Pendapatan

 Contoh:  hasil penjualan jilbab polos Rp.150.000/kodi x 30 hari = Rp 4.500.000

 

2. Biaya-biaya

  • Biaya perlengkapan : Rp 2.250.000
  • Transportasi : Rp 200.000
  • Lain-lain : Rp 100.000
  • Biaya Penyusutan peralatan : Rp 37.479

Jumlah Biaya = Rp 2.587.479

 

3. Laba/rugi bersih = Pendapatan dikurangi biaya-biaya

  • Rp 4.500.000,00 – Rp 2.587.479 = Rp 1.912.521

Jadi Anda untung Rp 1.912.521 dari jualan dengan harga jilbab per kodi Rp 150.000 selama 30 hari.

Nah, bagaimana kalau sehari jilbab polos terjual dalam sehari 10 kodi saja? Belum lagi dengan kreatifitas dari Anda untuk membuat berbagai model jilbab kekinian seperti pashmina, segi empat, anak-anak dan sebagainya yang berhasil Anda buat.

Catatan : Perhitungan diatas hanyalah contoh saja. Silahkan menyesuaikan dengan keadaan atau kondisi serta dimana lokasi tempat bisnis anda berada.

Semoga dengan mengawali bisnis jilbab ini Anda bisa membuka lowongan kerja lainnya.

%d blogger menyukai ini: