Tips Bisnis Makanan Anti Gagal Untuk Pemula Yang Memulai Berbisnis Makanan

Katanya sih, bisnis makanan itu engga akan pernah sepi. Tapi, kenapa masih ada saja yang gagal? Hal ini pernah terjadi pada saat saya dan teman-teman ingin mencoba sebuah warung makan di pusat kota. Baru beberapa bulan buka, tapi sayangnya waktu kami kesana, tempat itu tutup dengan alasan renovasi. Hingga sekarang, sekitar satu tahun kemudian, warung makan itu belum dibuka lagi.

tips bisnis makanan anti gagal
Photo by Clem Onojeghuo from Pexels

 

Konon, bisnis di bidang kuliner itu gampang-gampang susah. Makanan merupakan kebutuhan utama manusia, tapi makanan seperti apakah yang disukai orang? Atau makanan seperti apa, yang jika dijadikan lahan bisnis, bisa meraup keuntungan besar?



 

Nah kali ini, cara dapat uang coba untuk menelusuri tips-tips usaha kuliner untuk pemula anti gagal dari berbagai ahli dan pengalaman orang-orang terdekat.

 

Tips Memulai Bisnis Makanan Anti Gagal Untuk Pemula



Mulai Bisnis Makanan dengan Semangat

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi hal ini tidak dapat dilupakan begitu saja.

Sebagai contoh, Anda mencintai masakan Indonesia — tapi tergoda untuk memulai bisnis kuliner dari nol dengan membuka restoran fast food.

Anda harus menemukan alasan utama mengapa memilih satu menu tertentu — lebih daripada sekadar karena keuntungan.

Dengan semangat, Anda akan mampu menghadapi segala tantangan yang akan datang dengan kreativitas.

Sementara jika Anda hanya mengejar mendapatkan uang, Anda akan kurang memiliki insting atas apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen.

 

Makanan Yang Diminati Banyak Orang vs Yang Unik

Jangan takut untuk membuka bisnis kuliner yang lain daripada yang lain.

Memang akan baik bagi Anda jika membuka usaha kuliner dengan menu-menu yang sudah diketahui banyak orang, sebagai contoh :

  • Sate kambing
  • Nasi goreng
  • Ayam bakar
  • Nasi Campur
  • Dll

 

Pokoknya menu-menu ‘aman’. Yang penting, rasanya enak di lidah, pasti laris.

Tapi gimana ceritanya kalau Anda ingin menjual Coto Makassar di suatu daerah, misalnya di padang? Apakah menu ini akan diterima di kalangan masyarakat? Maka, Anda harus melakukan tes pasar.

[ Baca juga : Usaha Kuliner Unik Kekinian ]

 

Memprioritaskan Riset dan Trial & Error



 

Melanjutkan poin sebelumnya, cara memulai usaha kuliner kecil kecilan terlebih dahulu dengan tes pasar yang bisa dilakukan dengan cara memberikan sampel gratis, membuka ‘warung mobil’ di car free day atau pusat-pusat keramaian, dan sebagainya.

Anda juga bisa menawarkan kerabat atau teman dekat, untuk membantu hajatan mereka dengan menu andalan Anda.

Jangan segan untuk meminta feedback dari mereka, dan minta mereka untuk mengatakan dengan jujur agar Anda bisa belajar dari kesalahan.

 

Memiliki Pengetahuan tentang Pasar dan Harga

Anda sudah melewati proses tes pasar dan bersiap meresmikan usaha makanan Anda? Sambil jalan, Anda harus belajar manajemen keuangan.

Mulailah dengan mencari supplier yang memberikan margin profit paling besar untuk Anda: sebut saja kualitasnya yang baik, harganya paling murah, atau tempat pembeliannya paling dekat dengan rumah atau lokasi usaha Anda.

Banyak-banyak bertanya dan mengobrol dengan orang-orang di pasar, agar Anda bisa memprediksi fluktuasi harga bahan makanan dan mempersiapkan strategi.

Hal ini akan sangat mempengaruhi keuntungan Anda nantinya, jadi jangan malas untuk blusukan.

 

Survei Lokasi

Jika usaha Anda tidak memberikan pemasukan yang signifikan, jangan keburu patah semangat!

Coba perhatikan lokasi Anda — apakah Anda berada di dekat universitas, sedangkan harga produk Anda kurang terjangkau untuk ukuran mahasiswa?

Atau Anda berada di lingkungan perkantoran, tapi masakan Anda butuh waktu lama untuk memasaknya?

Kalau Anda sudah berkomitmen untuk membuka usaha rumah makan, Anda juga harus memperhatikan interiornya.

Kawan saya pernah mengunjungi sebuah rumah makan masakan Korea di Ubud, Bali — yang kursi dan mejanya tergolong kecil untuk ukuran badan bule. Hmmm, mungkin ini salah satu penyebab warung ini sepi.

 

Mulailah Bisnis Makanan dengan Sederhana

Ya, jangan gegabah untuk membuka rumah makan jika Anda belum memiliki kemampuan, baik dari segi modal maupun karyawan.

Rumah makan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, dari mulai lokasi, peralatan dapur, gaji karyawan, perabot interior, dan sebagainya.

Belum lagi, Anda harus memberikan waktu Anda hampir 24 jam untuk mengawasi bisnis ini.

Saya mengenal banyak orang yang menjalankan bisnis makanan online dan dapat meraup keuntungan jutaan rupiah setiap bulannya. Praktis, sederhana, dan tetap dapat menjangkau publik secara luas.

Apalagi, jaman sekarang Anda bisa memanfaatkan layanan transportasi online untuk mengantar produk Anda. Keuntungan memulai bisnis kuliner secara online, Anda dapat menetapkan jumlah orderan maksimal, sesuai dengan yang bisa Anda kerjakan setiap harinya.

[ Baca juga tips : Cara Memulai Bisnis Makanan Online Anda Selalu Laris Pembeli ]

 

Prioritaskan Pelanggan

Jika produk Anda laris di pasaran dalam waktu yang tergolong singkat, selamat! Manfaatkan hal ini untuk merangsang pemasaran dari mulut ke mulut.

Manusia memang sangat memprioritaskan rekomendasi dari orang lain saat mencari informasi tentang produk.

Maka, lakukan promosi dengan cara memberikan reward bagi konsumen yang mau membagikan pengalaman positifnya tentang produk Anda.

Hal-hal sederhana seperti potongan harga atau ongkir gratis untuk post Instagram dengan loves terbanyak, bisa sangat diminati lho!

 

Mempekerjakan Karyawan Terbaik

Tidak semua orang bisa bekerja di bidang kuliner. Selain karena tekanan terhadap kualitas produk sangat tinggi, pekerjaan ini bisa sangat melelahkan. Apalagi jika harus berhadapan dengan pelanggan yang banyak mau.

Cekatan, mau bekerja keras, dan ramah adalah kriteria utama yang harus Anda cari dari seorang karyawan.

Syukur-syukur kalau dia memiliki latar belakang pendidikan pariwisata atau kuliner.

 

Fokus

Sebenarnya hal ini berlaku untuk semua bisnis, tapi hal ini sangat penting ketika Anda masuk ke usaha kuliner.

Dari mulai menu, tema interior, konsumen — fokuslah pada satu hal sebelum merambah yang lain.

Salah satu faktor keberhasilan bisnis adalah karena ia mampu melayani niche (cekungan) pelanggan yang sangat spesifik, sehingga produknya menjadi nomer satu di benak target market-nya.

Fokus juga berarti pertimbangan yang lebih, ketika usaha makanan Anda laris manis, apakah Anda siap untuk meninggalkan pekerjaan yang lain (jika Anda masih bekerja kantoran) untuk melakukan ekspansi usaha?

Tanyakan pada diri sendiri, sehingga Anda tidak berujung mengecewakan pelanggan.

Pada dasarnya, menjalankan bisnis makanan sama dengan bisnis lainnya — Anda harus sabar, telaten, dan persisten.

Meski demikian, peluang keberhasilan bisnis makanan sangat besar karena semua orang suka makan. Terutama karena bantuan perkembangan teknologi dan budaya sharing, usaha makanan anda punya potensi besar untuk berkembang. silahkan baca riwayat kebab turki baba rafi untuk mendapatkan motivasinya, Manfaatkan cara momentum ini sebaik-baiknya, selamat merencanakan bisnis Anda dan semoga sukses berdagang makanan!