300 Juta Dari Bisnis Rongsokan Botol Plastik, Kardus dan Barang Bekas

300 Juta dari bisnis rongsokan botol plastik, kardus dan barang bekas, Mau…? – Mungkin sudah terlintas dalam benak anda mengenai barang bekas atau rongsokan? Tentu saja anda akan merasakan jijik. Namun bagi sebagian orang contohnya Haji Ali, barang bekas bisa menjadi pundi-pundi uang.



 

Seperti juga yang dilakukan oleh pria yang berasal dari desa Panguragan. Bayangkan ia menghasilkan omzet 300 juta hingga miliaran rupiah perbulan dari usaha rongsokan.

 

300 Juta hingga milliar per bulan dari bisnis rongsokan botol plastik, kardus dan barang bekas
Gambar By economy.okezone.com

 

Kesuksesan bisa dari arah mana datangnya. Keberhasilan tidak bisa diduga. Karena itu kuasa Allah SWT. Namun manusia wajib berusaha untuk sukses. Hasilnya tergantung Allah SWT.

Baca juga: Cara Mendapatkan Uang Dari Barang Bekas

 

Kadangkala apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Hal itu kuasa-Nya. Tapi selama manusia mau berusaha dan kerja keras mengubah nasib hidupnya pasti kesuksesan bisa diraih. Seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorang pensiunan polisi yang bisa menjadi bos rongsokan dengan omzet miliaran perbulan.

 

Haji kusyono seorang bos di bisnis rongsokan yang dulunya mantan polisi
Gambar By money.kompas.com

 

Ada banyak jenis usaha modal kecil seperti rongsokan yang bisa sobat tekuni. Seperti bisnis rongsokan kardus dan botol plastik.

Anda dapat dengan mudah menjumpai botol plastik bekas di pinggir jalan atau tempat keramaian. Kemudian memungutnya untuk dijual kepada pabrik rongsokan terdekat dengan harga perkilogram yang cukup mahal.

Bisnis rongsokan botol plastik bisa dijalankan oleh siapa saja baik pemilik warung, individu dll. Namun cara paling menguntungkan dari bisnis ini adalah mengambil botol plastik dari sebuah pesta hajatan pernikahan dan lainnya.

 

Cara Memulai Bisnis Rongsokan



 

Lalu yang jadi bahan pertanyaan adalah bagaimana langkah langkah memulai bisnis rongsokan dari awal sampai akhir bagi pemula dengan modal kecil bahkan tanpa modal?

Caranya sangat mudah kok. Seseorang bisa mengumpulkan barang bekas atau rongsokan. Seperti plastik, kaleng, botol kaca, botol plastik, kertas, kardus, besi, kawat, dan barang berguna yang sudah tak terpakai.

Setelah terkumpul dalam jumlah banyak di tempat penampungan, selanjutnya mengangkutnya ke dalam sebuah mobil pick up terbuka atau truk. Dengan demikian truk kontainer atau mobil pick up penuh dengan barang rongsokan seperti gunung.

Yang di atas bagasinya terkumpul kaleng bekas, tumpukan dus, plastik, besi, timah, sepeda butut, cpu rusak dll. Truk atau mobil pick up tersebut berangkat menuju pabrik besar untuk dijual.

Dari pabrik pengolahan, barang tersebut dilebur kemudian dibentuk jadi barang baru yang berguna lagi. Begitu seterusnya.

Pabrik pengolahan barang rongsokan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti di kota Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Tangerang dan kota besar lainnya.

Sehingga jika anda sebagai pengepul barang rongsokan maka tak akan kesulitan dalam menjual hasil pengumpulan barang bekas.

Apalagi harga barang rongsokan yang dijual lumayan tinggi lho.

Namun berdasarkan kenyataan yang ada. Tidak selamanya pelaku bisnis seperti ini kaya raya dan sukses. Banyak pelaku usaha barang bekas hidup miskin dan melarat.

Hal ini disebabkan beberapa faktor.

Seperti gaya hidup yang konsumtif sehingga keuntungan usaha ini terkuras habis oleh gaya hidup yang royal. Selain itu, banyaknya karyawan membuat biaya operasional usaha barang bekas membengkak sangat tinggi. Sedangkan keuntungan yang di dapat sangat kecil.

Sebenarnya sebelum barang rongsokan dijual kepada pabrik besar, harus disortir terlebih dahulu berdasarkan jenis yang sama.

Penghasilan yang sangat besar dari bisnis satu ini membuat banyak orang tergiur masuk ke dalam bisnis ini yang identik dengan kotor dan bau ini. Salah satunya pria yang bernama cuan yang dulunya berprofesi sebagai sopir angkot. Namun ia lebih memilih buka usaha jadi tukang rongsokan. Karena kerja santai untung besar.

Hal ini berbeda dengan usaha jadi sopir angkot. Dimana dalam satu bulan, ia bisa memperoleh untung Rp 500 ribu. Namun uang segitu tidak cukup membiayai kebutuhan hidup sehari-hari diri dan keluarganya.

Oleh sebab itu, ia memilih untuk bekerja sebagai penyortir barang rongsokan. Dalam satu bulan, pria ramah dan murah senyum ini bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1 juta lebih. Apalagi biaya makan sehari-hari ditanggung oleh owner.

Saya juga pernah menjumpai seorang bos rongsokan yang miskin. Sehingga untuk membayar cicilan kompor gas sebesar Rp 72 ribu perbulan sangat susah. Hal ini membuktikan bahwa jika anda ingin sukses dalam suatu usaha maka yang paling penting adalah orang yang menjalankannya. Bukan jenis usaha yang dijalaninya.

 

Rincian Biaya Modal Bisnis Rongsokan Untuk Pemula



 

Untuk memulai menjalankan usaha rongsokan atau barang bekas, modal usaha yang utama adalah anda tidak merasa jijik dengan barang rongsokan yang ada.

Sebab seringkali yang namanya barang rongsokan identik dengan bau, berkarat dan menjijikkan. Sehingga anda harus terbiasa dengan keadaan seperti itu. Tapi yang dipikirkan bukan efek negatif tapi keuntungannya yang bisa menjadi pundi-pundi uang yang cukup lumayan besar.

Salah seorang tetangga saya yang masih muda belia menjalankan usaha rongsokan yang laris manis. Awalnya ia membuka berbagai gerai usaha seperti jualan basreng, jualan cilok, bakso, aromanis, dll. Namun semua usahanya gulung tikar disebabkan keuntungan yang sedikit.

Kemudian ia menjalankan usaha rongsokan barang bekas dan tetap berlangsung saat ini disebabkan keuntungan yang cukup besar dengan pengerjaan yang cukup mudah.

Anda bisa menjalankan usaha seperti ini dimulai dari tukang rongsokan, pengepul barang bekas, hingga pabrik rongsokan.

Ada banyak keuntungan dan kerugian dari menjalankan bisnis ini.

Adapun yang menjadi kekurangan dari menjalankan usaha rongsokan adalah risiko badan anda akan terkena bau dampak dari barang bekas yang kotor dan bau. Sehingga selesai menjalankan bisnis ini maka selekasnya anda harus mandi hingga badan bersih dan harum mewangi.

Namun jika anda ingin langsung untung besar dari bisnis rongsokan caranya sangat gampang. Anda langsung mempunyai banyak anak buah. Sehingga dalam satu hari sobat mampu mengumpulkan barang bekas yang berharga hingga puluhan ton perhari.

Adapun rincian biaya modal usaha rongsokan untuk pemula tersebut mencakup pembuatan gerobak, pembuatan gudang untuk menampung banyak barang bekas, pemberian modal bagi anak buah untuk membeli barang bekas dari masyarakat luas dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Mendapatkan Modal Usaha Gratis Dari Pemerintah

 

 

Jenis Barang Rongsokan Yang Bisa Dijual



 

Lalu jenis barang bekas apa saja yang bisa anda kumpulkan untuk dijual kepada pabrik yang membutuhkannya?

Barang rongsokan yang sobat kumpulkan antara lain:

  • Kardus
  • Kaleng
  • Plastik
  • Kertas
  • Botol plastik
  • Besi
  • Kaca
  • Dan lain-lain.

 

Barang-barang tersebut sangat dibutuhkan untuk dibuat daur ulang atau dicacah kembali hingga dibuat barang baru yang lebih berguna dan menarik.

Untuk memulai usaha mengumpulkan barang rongsokan maka anda harus membekali dengan baju yang sederhana, timbangan portable, helm, sepatu, sarung tangan serta pengorek. Hal ini untuk menjaga keselamatan diri anda juga.

Tawarkanlah jasa jual beli barang rongsokan kepada masyarakat luas secara door to door. Berjalan waktu, masyarakat akan mengenal bisnis anda dan menjadi pelanggan tetap.

Untuk menghemat biaya modal usaha maka anda bisa membuka bisnis rongsokan di depan rumah. Memanfaatkan ruangan kosong atau halaman rumah sebagai gudang penampungan barang bekas.

Seiring berjalan waktu, modal bertambah besar maka anda bisa menyewa gudang penampungan barang rongsokan dengan daya tampung yang lebih luas tentunya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pilihan peluang usaha dalam menghasilkan untuk anda…

%d blogger menyukai ini: