Film Motivasi Terbaik Buat Kamu Yang Kurang Bersemangat Bekerja

Film motivasi terbaik buat kamu agar selalu bersemangat dalam bekerja – Film salah satu media yang dapat memberi motivasi buat saya untuk mencari inspirasi terbaik dalam pekerjaan dan menjadikan penyemangat dalam bekerja.



 

Tidak semata sebagai hiburan dengan berbagai macam cerita fiksi, tetapi adakalanya sangat berkualitas serta diangkat dari kisah yang sudah ada. Mulai dari film yang berceritakan tentang motivasi dalam bisnis, bagaimana sampai menjadi sukses, hingga menceritakan kisah tentang sosok yang begitu inspiratif dan juga mampu memberikan pengaruh yang cukup besar kepada penonton.

Film motivasi terbaik buat kamu agar selalu bersemangat dalam bekerja
Photo by CoWomen from Pexels

 

Masing-masing bidang kerja memiliki keunikan kisah tersendiri. Kamu yang setiap hari bekerja tentu sering mengalami kebosanan pada pekerjaan, atasan, rekan kerja, atau masalah kerja yang hampir selalu sama.

[ Baca juga : Cara Mendapatkan Uang Dari Hobi Nonton Film ]

Kita terlalu banyak mendengar keluh kesah tentang pekerjaan. Padahal sesungguhnya banyak pula hal positif yang bisa kita ambil di dunia kerja. Enam film dan drama ini mengemas seluk beluk dunia kerja dengan manis, mulai dari kisah sedih hingga pelajaran berharga yang bisa kita ambil di dalamnya. Silahkan di tonton untuk mencari inspirasi buat penyemangat dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari.

 

6 Film Motivasi Terbaik Agar Selalu Bersemangat Dalam Bekerja



 

1. Film motivasi indonesia | My Stupid Boss


 

Untuk ‘film motivasi’ terbaik indonesia yang pertama pilihan saya adalah My Stupid Boss. Film garapan Upi Avianto yang di release pada tgl 19 Mei 2016 ini bercerita tentang hubungan kerja seorang bos aneh dengan karyawannya.

Bossman (Reza Rahadian) seorang bos asal Indonesia yang memiliki perusahaan asing di Kuala Lumpur. Kelakukan Bossman yang suka seenaknya sendiri membuat sistem di perusahaan menjadi tak jelas. Kekacauan demi kekacauan sering terjadi di sana. Salah seorang karyawan di perusahaan tersebut, Diana (Bunga Citra Lestari), merasa hubungannya dengan Bossman sangat buruk. Dia dipaksa bersabar menghadapi kelakuan Bossman yang aneh.

Film ini masih diputar di bioskop dan sebagian besar penonton merasa terhibur dengan film ini. Kamu bisa menontonnya kalu mencari hiburan di tengah minggu yang penat. Pesan moral dalam film ini tak hilang meski tergolong dalam kategori film komedi.

Sosok Diana bisa kita jadikan contoh dalam menghadapi atasan di kantor yang biasanya memiliki sifat seperti Bossman.

 

2. The Internship



Film motivasi pilihan ke-2 ini yaitu The Internship: Dua sahabat Billy McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Owen Wilson) frustasi dengan kegagalan mereka dalam setiap pekerjaan. Mereka kemudian mendapat ide untuk mencoba melamar sebagai pegawai magang di Google.

Hal ini bisa dibilang agak nekat mengingat usia mereka yang sudah tak muda. Keduanya pun tak memiliki background pendidikan yang sesuai untuk bekerja di sana.

Setelah lolos tahap interview, Billy dan Nick memulai masa magang mereka di Google. Mereka tergabung dalam sebuah kelompok bersama tiga anak muda lain bernama Stuart, Yo-Yo, dan Neha. Tentu saja ketiga anak muda tersebut menganggap remeh Billy dan Nick. Apalagi, sifat para anggota kelompok yang berlainan membuat mereka tak pernah kompak satu sama lain.

Namun, seiring berjalannya waktu mereka bisa bekerja sama dengan baik. Bahkan, kontribusi Billy dan Nick membuat tim mereka mendapatkan pekerjaan bergengsi tersebut.

Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa tidak ada satu pun pekerjaan yang tidak bisa kita lakukan. Selama ini kita hanya membatasi diri pada kemampuan yang kita miliki.

 

3. The Intern


 

Film motivasi terbaik pilihan selanjutnya ini yaitu The Intern – tahun 2015 yang disutradarai oleh Nancy Meyers ini mengambil tema cukup menarik dalam dunia kerja. Jika biasanya pegawai magang identik dengan karyawan fresh graduate, di film The Intern ini justru menampilkan sosok seorang kakek sebagai pegawai magang.

Dikisahkan seorang kakek bernama Ben Whittaker (Robert De Niro) diterima sebagai pegawai magang di sebuah perusahaan online fashion yang dikepalai oleh seorang perempuan bernama Jules Ostin (Anne Hathaway). Jules diceritakan sebagai perempuan super sibuk dan hanya memandang Ben sebelah mata.

Namun, pada akhirnya perlahan sosok Ben justru berbalik menjadi sosok ayah bagi Jules. Meski tergolong sudah lanjut usia, semangat kerja Ben sangat tinggi dan itulah yang membuat Jules kagum.

Kita diingatkan untuk tak mudah mengeluh dalam pekerjaan melalui sosok Ben Whittaker.

 

4. The Pursuit of Happyness


 

Film motivasi penyemangat kita untuk menghargai pekerjaan kita saat ini bisa kita tonton yang dimainkan pasangan ayah dan anak, Will Smith dan Jaden Smith, ini sukses menyedot perhatian penonton di akhir 2006.

The Pursuit of Happyness menceritakan kisah perjuangan Chris Gardner (Will Smith) dalam memperoleh pekerjaan tetap sebagai seorang broker. Sebelumnya Chris hanya seorang sales penjual alat pemindai tulang. Dia bekerja dari rumah sakit ke rumah sakit menawarkan alat yang dijualnya.

Suatu hari Chris berkeinginan memperbaiki hidupnya dengan mencoba mengikuti program magang untuk menjadi seorang broker. Dia harus bersaing dengan 19 orang lainnya demi satu posisi broker. Chris yang tak berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas ternyata mampu membuktikan bahwa kegigihan bisa membuahkan hasil yang manis.

Dia bekerja pantang menyerah dengan menawarkan produk keuangan pada orang-orang yang ditemuinya. Chris pun secara alami belajar untuk bernegosiasi dengan para calon customernya.

Film ini mengajarkan kita agar tak pernah putus asa meski sering diremehkan di tempat kerja.

 

5. Chef


 

Film tahun 2014 ini mengambil tema pekerjaan yang jarang diangkat ke publik, yaitu seorang koki. Seorang chef bernama Carl Casper (Jon Favreau) bekerja sebagai kepala chef di restoran milik Riva (Dustin Hoffman).

Sejak awal hubungan, Carl dan Riva kurang baik karena sering terjadi perbedaan pendapat tentang hidangan yang akan disajikan kepada pengunjung. Perseteruan Carl dengan seorang kritikus makanan membuatnya dipecat dari restoran. Carl otomatis kehilangan pekerjaan yang dicintainya.

Kehilangan pekerjaan tak membuat Carl putus asa. Dia memilih membeli truk makanan dan menjual masakannya dengan truk tersebut. Dia menempuh berbagai perjalanan seru bersama anak laki-laki dan seorang sahabatnya.

Carl pun menjadi terkenal melalui masakan yang dibuatnya. Begitu pula dengan truk makanan yang dibawanya. Penggemar masakannya selalu menanti kehadiran Carl.

Film Chef mengajarkan kita bahwa kehilangan pekerjaan bukanlah akhir dari segalanya, kita hanya butuh untuk jeli melihat peluang dan berani melakukan suatu hal baru.

 

6. Film motivasi drama korea pinocchio

Film drama korea pinocchio
Image by Fimela.com

 

Film drama korea pinocchio yang muncul di akhir tahun 2014 ini sempat tenar karena berani mengangkat cerita dunia jurnalistik. Menceritakan dua sahabat Choi In Ha (Park Shin Hye) dan Choi Dal Po (Lee Jong Suk) yang sama-sama menjalani masa magang sebagai reporter di dua stasiun televisi yang berbeda. In Ha menjadi reporter di MSC sedangkan Dal Po menjadi reporter di YGN.

Tugas reporter magang adalah mencari berita kriminal untuk disiarkan di televisi. Baik In Ha maupun Dal Po sama-sama bertugas seharian di kantor polisi demi mendapatkan sebuah berita kriminal.

Keteguhan hati mereka sebagai reporter diuji saat menemui beberapa kasus kriminal yang harus mereka telusuri terlebih dahulu kebenaran ceritanya.

Sebagai reporter mereka tak boleh memberitakan sebuah kasus dengan berlebihan atau menambahi cerita di dalamnya sehingga lebih menarik.

Jatuh bangun kisah In Ha dan Dal Po sebagai reporter di Pinocchio ini seolah mengingatkan kita untuk selalu jujur dalam pekerjaan apapun.

 

Semoga ulasan singkat film-film di atas bisa memberikan motivasi agar mampu menyegarkan pikiran kita tentang arti sebuah pekerjaan. Tak ada salahnya kalian menyempatkan diri menonton film dan drama tadi pada waktu luang. Dengan begitu secara tak langsung kalian bisa belajar untuk lebih bijaksana dan dewasa menjalani seluk beluk dunia kerja.

%d blogger menyukai ini: