Cerita Merubah Keterampilan Menjadi Hobi Yang Menghasilkan Uang

Merubah keterampilan menjadi sebuah hobi yang menghasilkan uang – Skill diubah menjadi sebuah bisnis dan inilah yang dilakukan salah satu teman perempuan bernama Nadya. Ia cukup pintar mengatur keuangannya apalagi dalam bisnis kecil-kecilan yang ia lakukan. Meskipun tidak memiliki latar belakang Pendidikan finance, Nadya punya naluri bisnis yang cerdas. Ia memiliki skill serta hobi yang baik sekali, dan saya sebagai laki-laki cukup iri karena dengan skill dan hobi yang ia miliki sehingga bisa menghasilkan duit.



 

Saya sadar betul, kadang saya harus membayar orang lain untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya bisa saya lakukan sendiri. Kadang suka nggak rela uang hilang begitu aja, ya nggak sih? Perkaranya bisa macam-macam seperti tidak adanya peralatan atau perlengkapan yang mendukung.

merubah keterampilan menjadi hobi yang menghasilkan uang
Photo by Diego Pontes from Pexels

 

Tapi yang saya salut dari Nadya banyak skill yang ia kuasai sehingga menjadi duit, karena dari hasil belajar otodidak via Google, Youtube, blog, dan web lainnya.

Apa aja skill yang dikuasai Nadya sehingga ia menjadi orang yang cerdas secara finansial? Yuk simak cerita Nadya yang mengubah keterampilannya menjadi hobi yang menghasilkan uang.

 

Merubah keterampilan menjadi hobi yang menghasilkan uang



 

Dari Dapur Jadi Duit

Mungkin banyak perempuan yang langsung kesal dengan kata ini, karena kodrat perempuan yang engga bisa keluar dari kata dapur. Tapi Nadya, tidak mengkhawatirkan itu. Ia memang tidak pintar dalam memasak, saya pernah hampir semaput ketika pertama kali nyobain masakannya. Dia menggunakan dapur untuk memotong buah-buahan yang kemudian ia jual.

Caranya, setiap pulang kantor, ia membeli buah-buahan seperti, apel, nanas, mangga, jambu, anggur untuk kemudian ia iris-iris dan dipackage dengan sangat rapi, lalu dijual pada teman-teman kantornya.

Setiap hari ia membawa 7 package buah tersebut. Biasanya teman-teman di kantornya membeli setelah jam makan sebagai pencuci mulut. Ada juga beberapa temannya yang menitip buah-buahan special yang tentu saja harganya berbeda.

Kadang, tak hanya itu saja, Nadya menjual keripik tempe yang ia titipkan di koperasi kantor. Serta memanfaatkan waktu setelah pulang kantor dengan jualan di mobil pribadi miliknya.

 

Rajut/Menjahit

Di waktu senggang Nadya suka merajut membuat tas, dompet, gelang, bando, dan anek accessories lainnya. Ia banyak menghabiskan waktu dengan belajar otodidak dari channel Youtube.

Setelah rajutannya sudah jadi, Nadya biasa memanfaatkan akun instagram untuk menghasilkan uang dengan cara memasarkan lewat akun Instagram-nya, dimana beberapa orang ada yang membeli karyanya itu.

Meskipun belum besar, bakat dari keterampilan merajutnya tak kalah dari barang-barang rajutan komersil lainnya.

Belajar dari ibu Nadya yang seorang penjahit, ia pun belajar bagaimana mendesain pakaian, membuat pola, memilih kain yang baik, memotong kain sesuai pola yang sudah dibuat, lalu mulai menjahit.

Awal dari karyanya adalah baju anak-anak yang dibuat dari sisa-sisa bahan pelanggan ibunya.

Desain sederhana dan digemari ibu-ibu tetangga, sehingga ia dapat beberapa orderan pakaian anak-anak yang biasa dipesan menjelang Lebaran atau hari raya Natal, atau hari penting lainnya.

Bukan hanya itu saja, rupanya Nadya suka mengerjakan orderan macam permak celana jeans atau pakaian dari customer. Lumayan, dengan menggunakan modal mesin dari ibunya, Nadya bisa mendapat uang dari jasa menjahit dan permak pakaian.

 

Menyewakan Komik

Nadya dan adiknya memiliki kesamaan yakni hobi baca buku komik Conan dan Kung Fu Boy. Ada juga beberapa komik seperti Marvel dan DC yang kurang lengkap serinya.

Berbekal seri komik Conan dan Kung Fu Boy yang lengkap, ia dan adiknya menawarkan komik tersebut pada orang-orang di sekitar rumahnya dengan cara menawarkan dari rumah ke rumah untuk disewakan.

Memanfaatkan lahan belakang rumahnya yang cukup besar, anak-anak hingga dewasa sering menghabiskan waktu untuk membaca komik yang disewakan Nadya.

Lumayan, tiap hari ada saja anak-anak yang menyewa komik-komik tersebut. Ia membagi hasil uang sewanya dengan adiknya. Inilah yang dikatakan hobi yang menghasilkan uang.

Setelah saya mendengar cerita dia yang seru banget, saya tambah iri. Selain banyak tahu cara mendapatkan uang, keterampilan yang dimiliki oleh Nadya bisa juga menghemat uang dan menambah keterampilan dalam menyelesaikan masalah saat muncul.

Daripada meraih handphone dan merogoh kantong kamu untuk bayar jasa dengan kartu kredit atau duit kas, ada baiknya hal-hal sederhana bisa dikerjakan sendiri. Syukur kalau kemudian keterampilan yang dimiliki bisa menjadi hobi yang menghasilkan uang.

%d blogger menyukai ini: