Ketahui Risiko Investasi Dan Hindari Hal-Hal Berikut Ini

Ketahui risiko investasi dan hindari hal-hal berikut ini – Sebelum berinvestasi yang mana merupakan cara mendapatkan uang tanpa modal kerja keras, seorang investor perlu memahami banyak hal, terutama mengenai risiko investasi itu sendiri.

Risiko Investasi
Photo by Lukas from Pexels

Berikut ini adalah panduan bagi anda buat pemula yang baru akan menaruh uang anda pada instrumen investasi.

 

Ketahui Risiko Investasi



1. Menggunakan Uang Yang Tidak Boleh Anda Habiskan

Karena mengandung risiko, pada saat melakukan investasi anda perlu mengetahui bahwa uang anda sewaktu-waktu dapat melayang.

Jika anda menggunakan uang dari budget penting seperti uang cicilan rumah, uang tabungan pendidikan anak, uang tabungan persiapan pensiun, maka pada saat risiko kerugian terjadi, anda bukan hanya mendapatkan beban mental saja, namun juga beban secara finansial.

Bayangkan apabila anda melakukan investasi dengan cara meminjam uang dari bank atau dari lintah darat.

Hasilnya mungkin akan lebih parah lagi apabila terjadi risiko kerugian.

 

2. Menaruh Uang Anda Dalam 1 Jenis Investasi



Instrumen investasi jenisnya sangat beragam dengan tingkat risiko yang berbeda-beda juga.

Misalnya saja deposito dengan reksa dana.

Pada deposito, uang anda dan keuntungannya dijamin sehingga risiko anda sangat kecil jika melakukan investasi deposito walaupun ada tenggat waktu sebelum dana anda boleh diambil kembali.

Risiko kerugian (penalti) hanya terjadi apabila anda harus menarik dana anda sebelum tenggat waktu deposito tersebut.

Pada reksa dana, keuntungan dan dana anda tidak dijamin.

Risikonya tentu lebih besar karena dana anda dapat berkurang jika harga NAV reksa dana yang anda beli ternyata berkurang. Namun keuntungan dari reksa dana memiliki potensi yang lebih besar daripada deposito. Baca reksa dana adalah

Untuk meminimalisir risiko, anda dapat menaruh sebagian uang anda pada deposito dan sebagian lagi pada reksa dana.

Jadi apabila investasi reksa dana anda sedang merugi, return dari deposito anda dapat menutupi kerugian tersebut.

Diversifikasi investasi merupakan cara untuk membagi-bagi risiko sehingga lebih realistis untuk ditanggung.

Sebagai investor yang baik, setiap orang perlu melakukan diversifikasi.

 

3. Terlalu Cepat Berubah Pikiran

Investasi terbagi menjadi dua jika dilihat dari periode penanaman modalnya, jangka panjang dan jangka pendek.

Ada yang memperlihatkan hasilnya dalam kurun waktu 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan, 1 bulan, hingga 1 minggu.

Menurut saya sendiri, investasi tidak seperti menjalankan usaha dimana anda dapat langsung melakukan penjualan dan memperoleh keuntungan.

Investasi juga tidak seperti trading forex atau trading saham sendiri dengan teknik scalping.

Investasi yang baik seharusnya dapat memberikan anda waktu luang sehingga anda tidak perlu menganalisa, mengambil keputusan transaksi dan mengelola uang anda secara terus menerus.

Dengan menaruh uang anda pada investasi, seharusnya anda dapat mengambil keuntungan dengan risiko yang telah diperhitungkan tanpa perlu menyita waktu dan tenaga anda.

Karena itu diperlukan ketenangan pikiran dan kestabilan emosi dari setiap investornya untuk menunggu hasil investasi yang telah ditanamkan.

Jika anda terlalu cepat berubah pikiran, jangankan di bidang investasi, pada saat menjalankan bisnis dan peluang usaha, anda juga akan mengalami lebih banyak kesulitan.

Semoga Anda sudah tahu beberapa risiko investasi sebelum Anda melangkah di bidang ini. Selamat berinvestasi…